Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Paman Jambavan

Hanuman melihat hamparan luas lautan yang memisahkan dirinya dengan daratan Lanka, tempat Rahvana mengurung Sita. Ia nampaknya ragu dengan dirinya sendiri. Bingung. Jika ia, yang seekor kera, nekat berenang, bisa jadi ia tewas sebelum mencapai seberang. Di saat itulah Paman Jambavan, si beruang bijak, menawarkan ide agar Hanuman terbang saja menuju Lanka. Weleh, Hanuman bukan makhluk bersayap layaknya Garuda tunggangan Vishnu, bagaimana ia bisa terbang?
Jambavan meyakinkan bahwa Hanuman bisa terbang karena menerima anugerah dari Dewa Bayu. Jambavan menceritakan kisah penting yang telah dilupakan oleh Hanuman. Sewaktu kecil, Hanuman merasa kelaparan sementara ibunya tengah jauh darinya. Ia melihat sekitar namun tak menemukan buah-buahan yang dapat dimakan. Hanuman kecil lantas mendongakkan pandangannya ke atas dan melihat matahari yang nampak seperti buah yang ranum. Nafsu makan Hanuman makin menjadi, ia mencoba meraih matahari. Anugerah dari dewa angin menjadikan tubuh Hanuman dapat me…

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Bhisma menasihati Pandawa
Konon, Bharatayuddha adalah perang yang melibatkan lebih dari tiga juta orang. Pihak Kurawa didukung oleh sebelas unit pasukan, sementara Pandawa didukung tujuh unit. Masing-masing unit terdiri atas seratus ribu lebih kesatria dengan gajah, kuda atau kereta, serta seratus ribu lebih prajurit tanpa kendaraan. Menariknya, begitu perang ini usai, kedua belah pihak segera memikirkan usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan.
“Ilmu ini dibutuhkan untuk membangun kembali peradaban kita yang hancur,” kata Bhisma kepada Yudhistira. Meski dalam Perang Bharatayuddha Bhisma berada di pihak Kurawa namun setelah perang usai, ia tak segan membagikan ilmu kepada Pandawa. Di atas pembaringan dari anak panah, Bhisma menghabiskan sisa-sisa napasnya untuk membekali Pandawa dengan ilmu guna membangun kembali peradaban.
Ramayana juga menyuguhkan kisah serupa, Rama meminta saudaranya, Laksmana, untuk belajar kepada Rahwana yang hampir tewas. Rama menghargai ilmu pengetahuan meskipun itu…