Langsung ke konten utama

Kecil

Dalam mitologi Yunani, Akhilles adalah prajurit tangguh dalam perang Troya. Konon, seluruh tubuhnya kebal terhadap senjata kecuali tumitnya. Akhilles beneran mati gara-gara tumitnya terluka padahal sepanjang kariernya dia dapat dengan mudah menaklukkan musuh-musuh ganas. Gara-gara tumit setitik, roboh tubuh seluruhnya.


Hal kecil seringkali mengacaukan perkara besar. Dalam khazanah China ada penggambaran menarik mengenai ini. Karena sebuah paku copot, lepaslah tapal kuda. Karena tapal copot, pincanglah kudanya. Karena kuda pincang, pengiriman pesan jadi terlambat. Karena pesan terlambat, sebuah pasukan hilang arah. Karena pasukan bingung, mereka kalah dan binasa. Yah, karena satu paku kecil itu sekian banyak nyawa melayang.



Hal-hal kecil tak bisa diremehkan. Demikian pula pekerjaan yang dianggap kecil. Apapun pekerjaan seseorang, apapun peranmu, jangan merasa sepele. Bisa jadi keberlangsungan semesta ini tergantung padamu. Bukankah kentut yang kita anggap sepele ternyata tak bisa terurai dalam atmosfer selama dua ratus tahun? Jangan merasa rendahan dan jangan sering kentut. Untuk dunia yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …