Langsung ke konten utama

Mrengut


"Semua guru dan karyawan harus senantiasa senyum," kata pengurus yayasan yang menaungi sekolah tempat saya kerja.
"Saya tidak bisa senyum," kata saya.
"Kalau sudah di sini pasti bisa," katanya.
"Rahang saya sakit jika terlalu banyak senyum," tukas saya. 



Saya tidak sedang melucu, saya memang tak mudah menyungging senyum. Di dunia ini memang ada orang yang ekspresi wajahnya selalu terlihat kesal, sedikit menghakimi, dan terlihat bosan. Pemilik wajah macam itu biasa disebut Bitchy Resting Face (BRF). Washington Post pernah memuat kajian khusus terkait hal ini. 



Pemilik BRF bisa dari kalangan mana saja. Artis Kristen Stewart sampai Ratu Elizabeth termasuk mereka yang memiliki BRF. Bagi mereka yang punya BRF, tersenyum manis bukan perkara mudah, pahamilah. Apa yang mudah bagi seseorang belum tentu berlaku untuk orang lain. Mari berhenti menghakimi. 



Ah, mungkin sebaiknya saya pindah ke Rusia saja, karena di sana senyum-senyum bisa masuk kategori pelecehan seksual, ketidaktulusan dan kebodohan. Cek saja video pidato presiden Rusia saat perayaan tahun baru yang cenderung mirip ekspresi duka cita. Berwajah cemberut tak bakalan dipermasalahkan di Rusia, berbeda dengan negeri ini yang oleh Lonely Planet dinobatkan sebagai negeri paling ramah sejagat. 



Lagian, wajah jutek aktor protagonis dalam Drakor justru dianggap keren, kenapa saya tak dilihat dengan sudut pandang yang sama? Wadidaw!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …