Langsung ke konten utama

Ngawur [Syariat Islam]


[Solusi tuntas bencana asap]
Demikianlah yang tertulis pada spanduk yang dibentangkan mbak-mbak dalam sebuah aksi. Entah nyata atau editan, saya tidak tahu. Yang jelas logika macam itu banyak juga yang mengamini. Kalau negara menerapkan syariat Islam dikiranya semua masalah beres. Logika macam ini jelas diproduksi asal-asalan.

Kurang apa lagi kepemimpinan Rasulullah, sebaik-baik muslim, nyatanya di masa beliau masih ada masalah dan pelanggaran. Apa-apa yang hebat tidak terjadi ujug-ujug, lha wong banyak juga sahabat nabi yang baru tahu rasanya kenyang setelah 18 tahun Islam didakwahkan. Setelah masa itupun tetap saja masih ada yang miskin dan kurang makan. Dipimpin seorang Nabi bukan berarti hidup jadi lempeng tanpa diuji.

Kurang tegas apa Umar bin Khattab saat menjadi khalifah, eh anaknya sendiri masih ada yang suka mabuk-mabukan. Terimalah kenyataan bahwa dunia ini gak mungkin benar-benar bebas masalah. Setelah Nabi Isa balik saja masih ada orang yang ngeyel berlaku sesat kok, sampai akhirnya disapu bersih lewat kiamat.

Artinya, menegakkan syariat jelas perlu, tapi jangan dilandasi pemahaman yang keliru. Wagu! Beragama ya beragama, lewat beragama kita mungkin saja bisa lebih baik dalam menghadapi masalah bahkan menganggapnya berkah, tapi beragama tak bisa menjadikan masalah punah. Bukankah salah satu maksud kita diciptakan memang untuk dikasih masalah? Agar jelas siapa di antara kita yang paling baik amalnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulya

Anak yang berpose mangap sepertiku bernama Ulya. Ini bocah yang bikin aku gak PD jadi guru. Lha piye, pinteran dia daripada aku. Mulanya aku ngajar dia bahasa Arab, lantas ganti jadi tahfizh, hafalan Qur'an. Seingatku foto ini diambil ketika dia kelas 2 dan dia sudah hafal puluhan surah. Yap, anak ini sudah hafal berjuz-juz sebelum baligh. Terus piye perasaanmu nèk ngajar bocah ngéné iki?
Sewaktu seumuran dia, aku baru belajar Iqra'. Kelas empat aku baru hafalan Syifaul Jinan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan (شفاء الجنان في ترجمة هداية الصبيان) karya Ahmad Muthahhar bin Abdurrahman, itupun belum paham maksudnya. Kelas 5 mulai praktik dan tahun berikutnya mulai talaki selama 3 tahun lebih untuk menyelesaikan bacaan 30 juz. Artinya, Ulya yang masih kelas 2 SD lebih baik dariku ketika SMA perihal Al-Qur'an.
Pengalaman mengajar anak-anak seperti Ulya ini menggedor kesadaranku bahwa jadi guru adalah tugas berat. Dilan belum tentu kuat. Harga diriku babak belur ketemu anak-anak y…

Setara Setaraf

Saya barusan dapat DM pertanyaan tentang memilih pasangan. Seperti yang sudah-sudah, jawaban saya tentang kriteria pasangan yang baik adalah yang setara. Kalau laki-lakinya tampan menurut pandangan umum baiknya menikah dengan yang cantik, yang ibadahnya kenceng baiknya juga nikah dengan yang sepadan. Nikah dengan lelaki saleh banget belum tentu enak loh. Saya pernah dapat cerita tentang mbak-mbak yang akhirnya mumet karena nikah dengan ahli ibadah. Lha bagaimana gak mumet, suaminya kerjaan tilawah, shalat malam, zikir, kajian, padahal mbaknya penginnya jalan-jalan, dinner dst. Mbaknya suka dandan ala hijabers, suaminya berprinsip skincare terbaik adalah air wudhu. Gak nyambung. Ini bisa berakhir dengan mbaknya ikutan gemar ibadah tapi bisa juga ambyar seperti kasus selebgram yang diceraikan suami barunya beberapa waktu lalu. 
Ada juga teman yang wajahnya khas oriental menikah dengan orang Palestina yang tentu saja tampan sebagaimana umumnya. Seringkali kalau jalan bareng dan bawa anak…

Sekelumit tentang Jilbab

Apakah semua muslimah di masa Rasulullah memakai jilbab? Tidak.
Ketika ayat tentang kewajiban berhijab turun Madinah memang riuh karena para muslimah yang bergegas nyari kain untuk menutupi rambut mereka. Saking semangatnya mengikuti perintah itu, sampai-sampai sembarangan kain dipakai, entah taplak atau apalah. Hijab langsung menjadi populer di komunitas muslimah tapi tak semua memakainya. Umar bahkan pernah menyuruh seorang wanita melepas jilbabnya. Siapakah mereka yang gak pakai jilbab bahkan memang gak diperintahkan memakainya? Budak wanita. Budak wanita gak disuruh pakai jilbab karena kalau dirunut dari sejarahnya, salah satu hikmah jilbab adalah agar wanita muslimah merdeka dapat dibedakan dengan budak wanita.
Apakah pandangan fikih tentang berjilbab kompak persis? Tidak juga.
Frase "kecuali yang biasa nampak" dalam perintah berhijab sedikit luwes ditafsirkan oleh ulama. Sebagian ulama Kufah sedikit lebih longgar soal batasan tubuh wanita yang mesti ditutup. Mereka mem…