Langsung ke konten utama

Penasaran


Pernah dengar kisah kalahnya Diponegoro di Gawok dipicu hilangnya kekebalan sang pengeran sebab sebelumnya melakukan sesuatu dengan perempuan China? IYKWIM. Kisanak mungkin pernah terkaget-kaget dengan kisah asmara pemimpin perang Jawa itu yang nampaknya lebih greget dari romansa Flynn Rider dan Rapunzel.

Barangkali Kisanak juga pernah tahu kisah kaum Padri, kelompoknya Imam Bonjol, memerangi orang-orang Minangkabau karena dianggap sesat? Orang Minang yang tak ingin tradisinya musnah lantas bekerjasama dengan Belanda untuk melawan aksi kaum Padri. Ehe! Tak usah membebani diri dengan mikir siapa yang sebenarnya salah.

Kisanak bisa jadi penasaran pula kenapa Diponegoro yang seorang pangeran Yogyakarta bukanya pakai blangkon malah pakai sorban. Kok kebetulan juga Imam Bonjol yang orang Sumatra memakai pakaian serupa. Menarik, ya!

Berbahagialah orang yang hanya memahami sejarah dari buku paket IPS Sejarah, segalanya terlihat lebih mudah dipahami.... 



Eh, karena masih Muharam, jangan-jangan Kisanak kepikiran juga pas denger kisahnya Umar dkk. yang tak menggunakan tahun kelahiran Nabi Muhammad sebagai awal penghitungan kalender karena mereka juga tak yakin kapan tepatnya Nabi dilahirkan....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …