Langsung ke konten utama

Sepatu


Ketika Nabi Musa hendak berbicara dengan Allah di lembah suci, Thuwa, ia diperintahkan untuk melepas sepatunya. Konon dari situlah muncul tradisi di kalangan Yahudi Madinah untuk melepaskan alas kaki ketika akan beribadah. Nabi Muhammad yang ingin tampil beda dari Yahudi diriwayatkan bersabda, “shalatlah kalian dengan memakai sepatu, dan janganlah menyerupai perbuatan Kaum Yahudi.” Beliau bahkan dikisahkan beberapa kali menyampaikan keutamaan memakai sepatu.

Pembahasan para ulama mengenai sepatu Nabi cukup menarik. Sepatu dianggap sebagai simbol kemuliaan, pembeda dengan Yahudi, bagian dari pendulang pahala hingga mendekatkan surga. Beberapa orang kiwari bahkan memiliki keyakinan unik bahwa menyimpan gambar sepatu Nabi Muhammad dapat memberikan berbagai keutamaan karena bagian dari bukti kecintaan kepada Beliau.

Secara pribadi Rasulullah sangat menyukai sepatu, sampai-sampai Beliau dijuluki shahibul na’lain, pemilik sepasang sepatu. Konon, sepatu kesayangan Nabi berwarna kuning! Bisa dibayangkan, warna itu dipadukan dengan jubah hijau, alangkah berwarnanya fesyen ala Nabi. Bagi akhi masa kini yang ingin mix and match jenggot, jubah dan sepatu kuning tentu saja boleh. Biar hidup lebih berwarna, Bro.

Eits, yang pengin praktik shalat dengan bersepatu, sebentar lagi ada kesempatan yakni ketika shalat Idul Adha di lapangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …