Langsung ke konten utama

Postingan

Lubang dalam Hati

Bertahun lalu saya melihat dosen saya menggunakan iPhone 3Gs alias iPhone generasi kedua. Sejak itu iPhone menjadi cita-cita mulia saya. Dosen saya menggunakannya,maka bagi saya punya iPhone berarti menjadi bagian dari kelompok sosial yang sama dengan dosen saya. Tahun-tahun berlalu, muncul berbagai seri baru, impian saya tak kunjung wujud. Saya masih akrab dengan kesederhanaan yang terpaksa. Tahun 2017, kala iPhone 6 mulai populer di Indonesia, akhirnya saya bisa memakai iPhone 3GS. Baterainya cuma kuat beberapa jam, bodinya sudah astaghfirullah. Saya pakai dua hari. Tahun itu memang sudah bukan lagi masanya iPhone jadul tersebut hidup. Kisah kami padam sebelum menyala.Saya masih menginginkan iPhone, semangat yang mungkin sama dengan Naruto ingin jadi hokage. Naruto akhirya jadi hokage setelah 10 tahun tayang dengan 700an episode. Saya akhirnya juga berhasil membeli iPhone setelah berjuang sepuluhan tahun. Ngenesnya, lagi-lagi gaji saya sebagai guru swasta hanya cukup untuk membeli i…
Postingan terbaru

Anjay, Anjing dan Asu!

Kata “anjay” seminggu terakhir ngehits di medsos gegara diharamkan oleh komnas PA. “Anjay” bukan nama makanan sebangsa “capcay” dan “siomay”, melaikan plesetan dari “anjing”. Memplesetkan umpatan bukan hal baru, Bung Karno pernah mempopulerkan kata “sontoloyo” yang menurut Ivan Lanin kemungkinan berasal dari kata “kont*l” dan “loyo”. Balik soal “anjay”, kata ini sebenarnya lebih mending dari pada blak-blakan bilang “anjing”. Mending bukan berarti pula layak dipakai.“Anjing” adalah umpatan khas Indonesia, mana pernah kita nonton film Barat ada penjahat mengumpat dengan kata “dog” atau “Scooby-Doo”. Orang sana lebih sering misuh-misuh dengan kata “f*ck”. Dialog khas ala penjahatnya adalah menambahkan kata itu sebelum kata lainnya, misalnya mendahului adjective seperti dalam kalimat “that’s f*cking stupid!” Dalam perkembangannya, Kata ini tidak selalu dimaknai negatif,bisajuga sekadar menjadi penguat maksud seperti dalam"what the fucking style of you", kamu keren sekali! Kata “…

Merayakan Kegagalan

Karmaṇyeva adhikāras-te mā phaleṣu kadācanaBekerja sebaik-baiknya, dengan penuh semangat tetapi jangan menghabiskan tenaga memikirkan buahnya.Yes, you should tell everyone about your failures! Sekitar tujuh tahun lalu ada lima orang setengah teler bercerita panjang lebar tentang kegagalan mereka. Ya, mereka sedang merayakan kegagalan, menceritakan apa yang sebelumnya ditutup-tutupi. Tak dinyana, menceritakan kegagalan ternyata bisa bermanfaat saat berada di lingkungan yang konstruktif.Lima orang tersebut kemudian menginisiasi acara yang mewadahi orang-orang untuk menceritakan kegagalan. Tujuannya untuk mengeluarkan sengatan, rasa malu dan bersalah dari kegagalan.Berkat media sosial, acara tersebut segera booming. Sekitar lima tahun berjalan, jangkauannya lebih dari 75 negara. Ya, kadang-kadang kita memang bosan dengan kisah sukses para motivator yang didramatisir, kan? Di masyarakat yang tak biasa membicarakan kegagalan, misalnya Jepang, acara macam ini justru sangat diminati. Curhat …

Zaman Ambyar

Hamka’s Great Story: A Master Writer’s Vision of Islam for Modern Indonesia (2016) mengisahkan secara apik perjalanan Hamka merampungkan Tafsir Al Azhar dalam penjara republik ini. Kisah serupa juga dilakoni Sayyid Qutb yang menulis Fi Dzilalil Quran dalam kurungan Gamal Abdul Nasser. Berabad sebelumnya, Ibnu Taimiyah yang dua belas kali dipenjara juga banyak menulis karya dalam jeruji besi.Tak jarang pula buku-buku kenamaan ditulis ketika penulisnya dalam masa berat bahkan sekarat. Syair paling indah lahir dari mereka yang patah hati berdarah-darah. Apalah yang hendak dicari dari orang-orang yang menganggap hidup tiada arti selain waktu menunggu mati, merindu Ilahi. Bukankah sebaik-baiknya karya adalah yang dipersembahkan kepada Tuhan saja? Masa bodoh dengan pujian dan cela.Jika kita sedang dikepung situasi pelik butuh peluk, mungkin itulah waktunya karya kita terbentuk. Jika sedih mengiris, bolehlah nangis meringis tapi lebih baik menulis.

Wani!

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan beberapa nama wanita yang pernah menawarkan diri kepada Rasulullah untuk dinikahi. Termasuk dalam daftar itu adalah ummul mukminin, Maimunah binti Al-Harits. Beliau adalah wanita yang terakhir dinikahi Nabi, dan yang paling sering diajak mandi bareng. :) Kisah ini bisa dibaca dalam tafsir Quran Al-Ahzab: 50,“Dan perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau menikahinya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.” Hidup memang perlu realistis, wanita tak harus pasif menunggu ketiban rezeki berwujud suami saleh, rupawan dan berkecukupan sepertiku. Jika ada kesempatan tak jadi soal berlalu agak agresif untuk menawarkan diri, "Nikahi aku, Bang! Nikahi!"Diriwayatkan ada seorang wanita menawarkan diri pada Nabi tapi Nabi tak berkenan mengiyakan. Alhasil, ada sahabat cekatan ambil peluang, minta agar wanita tersebut nikah saja dengannya. :) Sesederhana itu urusan nikah di zaman itu. Gak perlu…

Pipit Haji dan Burung Gereja

Kalau ada tetangga muslim kita yang berpenampilan kearab-araban gak usah risau, hal itu tak lebih unik dari perayaan natal di negeri tropis tapi bertema salju-saljuan ala Eropa. Tulisan ini tidak menggunakan perspektif agama loh ya, saya hanya ingin menyoroti bahwa hal-hal tertentu tak harus punya alasan yang rumit. Natal selalu dikaitkan dengan salju, setidaknya begitulah yang digambarkan dalam film Home Alone yang entah berapa kali diputar RCTI. Nyatanya, di Inggris pun jarang ada salju menumpuk di hari natal. Salju lebih mungkin muncul di bulan Januari dan Maret. Jika ditarik ke versi Injil Lukas, saat Yesus lahir di Betlehem ada para penggembala yang menjaga ternak mereka di padang, apa iya ada orang menggembala di musim salju? Balik lagi ke awal, kadang-kagang yang seperti itu gak perlu dipikir mendalam. Mau berbahagia saja kok dibikin ribet. Gak perlu juga tanya kenapa harus ada pohon cemara.Sekali lagi, kadang-kadang kita perlu lebih santuy. Saya biasa makan tanpa sendok, makan…