Langsung ke konten utama

Dia Satu-Satunya


Ia bukan rasul maupun nabi tapi lebih dari seratus ayat membicarakannya. Ia menghimpun dua kriteria yang mengokohkan kemuliaan dalam masyarakat Quraisy jahiliyah, kekayaan dan kecerdasan. Kebunnya membentang dari Makkah hingga Thaif. Anak-anaknya tak mesti berdagang karena limpahan kekayaan yang berlebih darinya, mereka bebas mempelajari keterampilan lain guna melestarikan kehormatan nasab. Itulah sebab di kemudian hari salah satu anaknya akan tumbuh menjadi jendral perang yang tidak pernah kalah di masa jahiliyah maupun Islam, Khalid.

Ia dijuluki ‘pemberi bekal bagi musafir’ dan ‘satu-satunya’. Ia adalah orang pertama yang melepaskan sandal saat memasuki rumah Allah. Ia pemuka dalam renovasi Ka’bah dan menyaratkan iuran harta untuk perbaikannya bukanlah hasil riba, judi, melacur dan hal buruk lainnya. Ia mengharamkan khamr untuk diri dan anaknya. Ia pula yang menetapkan hukum potong tangan bagi para pencuri. Sebagian buah pikirannya mengabadi setelah disahkan Rasul sebagai syariat. Ia adalah pemimpin di Darun Nadwah, hakim masyarakat Quraisy jahiliyah. Dia adalah Walid bin Mughirah Almakhzumi, musuh besar dakwah Rasul.

Alquran memang banyak membicarakan dirinya tapi bukan tentang keutamaannya. Allah melaknatnya dan menjaminkan neraka baginya. Segala kebaikannya nyata gogrok ketika ia berucap, “akankah Alquran turun kepada Muhammad sementara aku tidak mendapatkannya padahal aku pembesar Quraisy dan pemimpinnya?” Walid bin  Mughirah mengagumi Alquran tapi keangkuhan mendorongnya untuk menjadi penentang utama Rasulullah. Ia tak mau kemuliaannya di masyarakat diungguli oleh siapapun termasuk Rasul.

Dia adalah orang yang Allah maksud dalam ayat, “Aku akan memasukkannya ke dalam (Neraka) Saqar.” Sebagaimana terjadi pada iblis, Walid bin Mughirah enggan menerima kebenaran disebabkan kesombongan. Berhati-hatilah dengan narsisme karena Rasul bersabda, “tidak masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat setitik (dzarrah) kesombongan.” Wallahu a'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lubang dalam Hati

Bertahun lalu saya melihat dosen saya menggunakan iPhone 3Gs alias iPhone generasi kedua. Sejak itu iPhone menjadi cita-cita mulia saya. Dosen saya menggunakannya,maka bagi saya punya iPhone berarti menjadi bagian dari kelompok sosial yang sama dengan dosen saya. Tahun-tahun berlalu, muncul berbagai seri baru, impian saya tak kunjung wujud. Saya masih akrab dengan kesederhanaan yang terpaksa. Tahun 2017, kala iPhone 6 mulai populer di Indonesia, akhirnya saya bisa memakai iPhone 3GS. Baterainya cuma kuat beberapa jam, bodinya sudah astaghfirullah. Saya pakai dua hari. Tahun itu memang sudah bukan lagi masanya iPhone jadul tersebut hidup. Kisah kami padam sebelum menyala.Saya masih menginginkan iPhone, semangat yang mungkin sama dengan Naruto ingin jadi hokage. Naruto akhirya jadi hokage setelah 10 tahun tayang dengan 700an episode. Saya akhirnya juga berhasil membeli iPhone setelah berjuang sepuluhan tahun. Ngenesnya, lagi-lagi gaji saya sebagai guru swasta hanya cukup untuk membeli i…

Raja Pilihan

Bila ada shahabat Rasul yang banyak terzalimi sejarahnya maka Muawiyah pantas menjadi imamnya. Shaf di belakangnya akan diisi oleh Amru bin Al-Ash, Ikrimah bin Abu Jahal, atau yang seangkatan dengan mereka. Banyaknya hoaks tentang Muawiyah sang penulis wahyu, mampu menimbun akal sehat sebagian kaum muslimin zaman ini. Tak jarang, penulis sejarah turut tergelincir mencela pendiri Dawlah Bani Umayyah itu.
Wanita yang ingin diterima apa adanya tapi fotonya editan semua, tak lebih nyeleneh dari kontradiksi membenci Muawiyah tapi memuji Umar atau Ali. Pasalnya ketika Umar mengangkat Muawiyah menjadi Gubernur Syam, ia berkata, “janganlah kalian menyebut tentang Muawiyah selain kebaikan.” Bagaimana dikatakan mencintai Umar tapi membenci seseorang yang ia cintai, yakni Muawiyah?
Umar tidak pernah memecat Muawiyah padahal Umar memecat Khalid bin Walid lebih dari sekali. Hal ini menunjukkan kualitas Muawiyah yang memenuhi standar tinggi Umar bin Khattab. Muawiyah tetap pada jabatannya selama dua …

Each Gives What He Has

Orang-orang zalim makin gencar merecoki perjuangan Nabi Isa. Ada-ada saja akal-akalan mereka untuk menggembosi laju dakwah. Nabi Isa adalah satu satu dari ulul azmi, golongan rasul yang memiliki ketabahan luar biasa, yang berarti pula memperoleh cobaan yang luar biasa. Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam adalah rasul lain yang mendapat gelar tersebut.
Yang bikin heran hawariyun, para pengikut Nabi Isa, makin pahit cacian kepada sang nabi, makin manis tanggapan beliau. Seorang dari hawariyinbertanya, “Makin pedas perkataan mereka padamu, kok makin santun perkataanmu kepada mereka? Apa tidak membuat mereka makin berani menghinamu?” Nabi Isa menjawab, “Setiap manusia hanya sanggup memberi dengan sesuatu yang dia punya.”
Para nabi berdakwah dengan merangkul, bukan memukul. Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam memberikan contoh yang gamblang bahwa perbedaan suku atau agama tak semestinya menghalangi manusia untuk saling menghormati. Rasulullah pernah menda…

Merayakan Kegagalan

Karmaṇyeva adhikāras-te mā phaleṣu kadācanaBekerja sebaik-baiknya, dengan penuh semangat tetapi jangan menghabiskan tenaga memikirkan buahnya.Yes, you should tell everyone about your failures! Sekitar tujuh tahun lalu ada lima orang setengah teler bercerita panjang lebar tentang kegagalan mereka. Ya, mereka sedang merayakan kegagalan, menceritakan apa yang sebelumnya ditutup-tutupi. Tak dinyana, menceritakan kegagalan ternyata bisa bermanfaat saat berada di lingkungan yang konstruktif.Lima orang tersebut kemudian menginisiasi acara yang mewadahi orang-orang untuk menceritakan kegagalan. Tujuannya untuk mengeluarkan sengatan, rasa malu dan bersalah dari kegagalan.Berkat media sosial, acara tersebut segera booming. Sekitar lima tahun berjalan, jangkauannya lebih dari 75 negara. Ya, kadang-kadang kita memang bosan dengan kisah sukses para motivator yang didramatisir, kan? Di masyarakat yang tak biasa membicarakan kegagalan, misalnya Jepang, acara macam ini justru sangat diminati. Curhat …

Bumi

Kira-kira beginilah citra Bumi tanpa air (hydrosphere) dan tanpa udara (Atmosphere). Bentuknya akan tetep "Oblate Spheroid", gak jadi kotak. Tentu saja ilustrasi agak berlebihan, mestinya lebih mulus karena rata-rata ketinggian benua adalah 40 KM padahal diameter bumi sekitar 12000 KM. Dengan skala segitu mestinya permukaan bumi yang kerontang terlihat lebih halus.
Ngomong-ngomong soal diameter dan jari-jari bumi, sebelas abad silam Al-Biruni sudah mengukurnya dan hasilnya 99% akurat seperti perhitungan ilmuwan modern. Dia "cuma" menggunakan alat ukur derajat bintang dan rumus trigonometri, loh! Ya tapi dia naik gunung juga, membuat garis cakrawala, memprediksi inti bumi dst. dst. Sebenarnya rumit juga, ehe. Keren! Orang di masa itu sudah kepikiran menghitung diameter bumi, padahal zaman sekarang ada pelajar diberi beban belajar agak berat saja yang ngajar bisa dipisuhi.
Kalau matahari didekatkan ke bumi beberapa menit cahaya kira-kira seperti itulah penampakan bumi,…