Langsung ke konten utama

Cherry Picking


Ada ketidakjujuran
dalam kejujuran.
Seperti karena aku mencintaimu,
aku hanya menceritakan
kepada orang-orang
betapa cerdasnya kamu,
kupendam sendiri
ihwal berat badanmu.
Aku tak berbohong,
hanya memilih kebenaran tertentu
tentangmu.


Tentu saja puisi sesat itu hanya rekayasa, tapi yang polanya mirip macam itu sering terjadi. Istilah kerennya Cherry Picking, alias nyomot sesuai kebutuhan. Dalam kajian-kajian "ilmiah" pun praktik ini kerap hadir. Sejak awal pengkaji sudah punya gambaran hasil akhir yang diinginkan sehingga hanya mencuplik data atau referensi yang mendukungnya. Data yang tidak sesuai kebutuhan akan diabaikan atau tidak disajikan. Ini juga bentuk ketidakjujuran. Pengkaji tidak menyajikan data yang representatif untuk ditelaah secara jujur dan berimbang.

Kisanak misalnya anti si Anu, maka akan cenderung memilih informasi yang buruk tentang si Anu, walaupun kisanak tahu kebaikan si Anu. Berlaku juga sebaliknya, karena cinta dengan si Anu, maka orang hanya memilih hal-hal baik dari si Anu. Data atau informasinya mungkin benar tapi tidak dijadikan kesimpulan karena karena data lainnya tidak dimasukkan perhitungan. Ini seperti menyimpulkan bagaimana sensasi makan sate tapi hanya menanyai penderita darah tinggi.

Komunitas tertentu biasa merawat kebencian terhadap rivalnya dengan cara ini. Anggotanya terus-menerus disuguhi informasi yang mencitrakan buruk pihak yang dianggap jahat. Selalu ada pihak yang mengambil keuntungan dengan merawat sentimen negatif. Pahlawan tak lahir tanpa hadirnya penjahat, kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …