Langsung ke konten utama

Secukupnya

Umar menyampaikan pidato pertamanya sebagai khalifah, "Wahai khalayak, saya pemuda dari Bani Mahzum, kecil saya bisa makan karena bibi-bibi saya punya kebun kurma. Kalau saya memanen diupahi beberapa biji, dan itu menjadikan saya tetap hidup." Dah, gitu aja sebagimana dikutip dalam kitab Hayati Shahabi.

Umar mengingat bahwa nikmat tertinggi yang diraihnya bukanlah menjadi khalifah tapi makan kurma sehingga dia tetap bertahan hidup. Umar tak menetapkan standar yang tinggi untuk bahagia, sehingga setiap saat ia dapat meraihnya. Tak banyak berharap berarti tak akan banyak kecewa.


Ada seorang raja dapat hadiah gelas. Sang raja sangat menyukainya. Dia bertanya kepada penasihatnya, "Apa yang sebaiknya saya lakukan dengan gelas ini?" Dijawab, "Sebaiknya Engkau tak memilikinya." Raja tak menggubris, dipakainya gelas itu setiap kali minum. Tak mau menggunakan gelas lain. Apes, akhirnya gelas itu pecah. Ia sedih bukan kepalang. Minum dengan gelas lain jadi terasa tak nikmat. Ia lantas ngomong ke penasihatnya, "Benar, harusnya Aku memang tak memiliki gelas itu." Yang tak pernah memiliki, tak kan merasakan sedihnya ditinggal pergi.



Saya tadi hendak beli sesuatu yang mahal, malah dapat inspirasi nulis ini. Akhirnya gak jadi beli, saya sadar bahwa keinginan saya tidak berdasarkan kebutuhan tapi keinginan. Asliné aku kelingan yen isih mlarat, ora patut tuku barang sing larang. Mlarat pancen berat, kudu pinter menghibur diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …