Langsung ke konten utama

Nongkrong


Sebelas tahun lalu, saya dan teman saya mbolang dini hari. Kami nongkrong di lincak cor-coran dekat makam Congculi, akronim dari pocongan diuculi. Generasi penikmat serial pocong Si Mumun jelas kenal istilah macam itu. Duh, jebakan umur! Saya yang ndableg, ya santai saja nongkrong di tempat angker macam itu. Eh, sebelum salah sangka, saya tegaskan bahwa saya tidak sedang mencari pesugihan di sana. Ceritanya, saya sedang jadi panitia acara uji nyali, tenan!

Anehnya, makin lama kok makin ramai. Saya jadi mikir apakah orang-orang punya hobi nongkrong di kuburan. Ada yang sekadar lewat, ada yang masuk ke area makam. Lha ini, mulai agak horor. Beberapa saat kemudian saya baru nyadar kalau saat itu adalah malam satu Muharram, sama seperti malam ini. Malam tahun baru yang juga identik dengan ziarah kuburan. Yah, sedari tadi ngoceh ini sebenarnya cuma prolog untuk mengingatkan bahwa saat ini kita telah memasuki tahun 1441 hijriah.

Selamat merayakan tahun baru ini dengan cara masing-masing. Kaum mayoritas biasanya dzikir dan pengajian, kelompok lainnya boleh ziarah kubur, ngumbah sabuk, orang pergerakan bikin acara muhasabah atau nginep bareng, yang melalui tahun baru dengan bikin kajian tentang ke-bid'ah-an tahun baru ya ada, boleh, pokoknya bebas. Khusus bagi saya, tahun ini ngeri sekali, sebab penanda bahwa dalam hitungan hijriah, saya tidak bisa lagi mengaku berumur dua puluhan.... Ah, aku wes tuwek, untung waƩ sugih. Alhamdulillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …