Langsung ke konten utama

Jawaban


Jawaban saya untuk beberapa pertanyaan seputar wanita yang banyak ditanyakan.

Apakah wanita harus selalu berdiam di rumah? Tidak. Syifa binti Abdullah Al Adawiyah adalah seorang pengawas pasar di era Umar bin Khattab.

Apakah wanita tidak boleh bekerja? Boleh. Zainab istri Rasulullah berbisnis kerajinan tangan. Hal ini menjadi keutamaan beliau karena mampu bersedekah dengan penghasilannya sendiri.

Pekerjaan apa yang paling cocok untuk wanita? Guru. Aisyah binti Abu Bakar mengajar agama bagi laki-laki maupun perempuan. Selain pakar fikih, beliau juga menguasai ilmu nasab, sastra dan kedokteran.

Apakah wanita boleh mengemukakan pendapat? Boleh. Kebijakan Umar perihal batasan mahar diprotes oleh seorang shahabiyah. Umar kalah argumen (dalil) dan mencabut putusannya.

Apakah semua wanita pasti cantik. Tentu saja tidak. Terimalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaget

Selama berabad-abad umat Islam merasa paling hebat di muka bumi. Mereka menganggap dirinya sebagai komunitas dengan peradaban paling maju. Sebelum era perang salib, cendikiawan muslim biasa memandang rendah Eropa, menyebut mereka terbelakang dan jauh dari kemajuan sains. Ibnu Khaldun yang hidup di abad ke-14 pun masih berpendapat seperti itu. Pandangan itu lestari hingga berabad-abad bahkan sisanya masih ada sampai hari ini. Seperti kata Lockdown kepada Optimus Prime dalam “Age of Extinction”, manusia adalah makhluk naif yang menganggap dirinya sebagai pusat semesta. Padahal, ia hanya belum tahu bahwa ada yang melebihi dirinya.
Rasa percaya diri komunitas muslim di Mesir goyah ketika negeri itu tiba-tiba diinvasi orang-orang Eropa yang selama ini diremehkan. Tahun 1798, Napoleon yang baru berusia 28 tahun memasuki bekas wilayah kekuasaan Amru bin Ash itu. Empat puluh ribu pasukan mendarat di Aleksandria, menyadarkan kaum muslim bahwa dunia sudah tidak seperti yang mereka pikirkan. Pa…

Shalat Ekspres

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa menjaga shalat sunnah, terutama shalat sunnah sebelum subuh. Menariknya, shalat qabliyah tersebut dikerjakan secara ekspres, lebih singkat dibanding shalat lainnya. Saking singkatnya, Aisyah pernah berkomentar dengan heran, “Apakah beliau di dua rakaat tersebut membaca Alfatihah?” Para ulama berkomentar bahwa kalimat Aisyah hanyalah hiperbola untuk menegaskan betapa ringannya shalat yang Rasulullah dirikan. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah membaca Al-kafirun dan Al-ikhlas setelah Alfatihah dalam shalat qabliyah Subuh. Rasulullah pernah shalat malam empat rakaat dengan membaca Albaqarah hingga akhir Almaidah, alias enam seperempat juz. Jika lamanya shalat qabliyah Subuh dibandingkan dengan shalat tersebut tentu saja komentar hiperbolis Aisyah terasa pas.
Perbedaan durasi shalat sunnah Rasulullah secara implisit menggambarkan keluhuran akal budi beliau shallallahu ‘alahi wa sallam. Tentu tidak bijaksana bila Rasulullah …